Senin, 26 Mei 2008

Pembentukan Watak

Pembentukan Watak


oleh: H. Mas'oed Abidin

Di antara sasaran ibadah puasa (sihyam) membentuk seseorang menjadi hamba-hamba Allah yang bertaqwa (la'allakum tattaquna).

Taqwa, artinya terpelihara, takut kepada Allah, atau senantiasa mawas diri. Sikap orang bertaqwa diantaranya adalah berlaku adil terhadap din sendiri, keluarga, masyarakat dan lingkungan, sesual dengan Firman¬NYA;
"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang senantiasa menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil-lah, karena adil itu lebih dekat dengan taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar".
(QS.5, Al Maidah, ayat 8-9).

Dalam Pergaulan hidup Muslim sehari-hari ada suatu tugas bermasyarakat yang mesti di tunaikan yaitu "memberikan nasehat kepada sesama saudaranya", sebagai suatu kewajiban asasi dalam mengamalkan ajaran "amar ma'ruf nahi munkar", supaya masyarakat hidup dalam suasana yang baik, aman dan tenteram, sehingga tercipta tatanan masyarakat utama (khaira ummah).

"Amar ma'ruf nahi munkar" adalah kewajiban kemanusiaan yang mesti dijalankan dan di tunaikan secara tulus ikhlas dalam kerangka mardhatillah, menurut bingkai "tawashii bil haqqi dan tawashii bis-shabri", yaitu berwasiat dengan kebenaran (al-haq min rabbika) dan ketabahan (shabar), beralaskan sabda Rasulullah SAW; "agama itu adalah nasehat" (ad-diin an¬nashihah).

Bila tugas kembar ini dilalaikan, maka yang akan tampil kepermukaan adalah segala bentuk kekacauan dan kebringasan dengan kemasan fitnah serta berbagai isu yang sulit dibendung.
Sebab itu, “amar ma'ruf-nahi munkar" di ketengahkan tanpa kebencian dan dendam, jauh dan perasaan iri dan hasad dengki.


Tugas ini tidak mengenal sakit hati, tetapi harus berbingkai asih-asuh berisi cinta sejati sesama hidup, karena "sama-sama ingin masuk surga, sama-sama ingin terhindar dan neraka, dan terbebas dari godaan iblis-syaitan".

Tujuan yang ingin dicapai adalah kehidupan bermartabat kemanusiaan dengan beralaskan mahabbah dan kasih sayang.



Fungsi Al Quran yang diturunkan dalam bulan Ramadhan dapat membentuk "izzatun-nafsi" artinya "kemuliaan din dengan darjah kemanusiaan", diantaranya melalui ajaran puasa. Diantara hikmah Al Quran, yang diturunkan dalam bulan Ramadhan, dapat dilihat dari nama yang diberikan kepada Al Quran ini, dengan 36 nama yang berfungsi antara lain;
(1) HUDAN, artinya petunjuk,
(2) AL QURAN, artinya bacaan,
(3) ASY-YIFAA', artinya obat bagi hati,
(4) AL FURQAN, artinya pembeda antara halal dan haram, antara suruh dan tegah,
(5) AL KITAB, artinya kitab suci yang berisi penjelasan bagi manusia sepanjang masa,
(6) AL BAYYINAH, data otentik tentang pelaksanaan hukum kausalita ditengah kehidupan manusia, yang dijelaskan dalam bentuk penukilan sejarah peradaban umat terdahulu (jahiliyah, kufur. munafiq. Mukmin, setia. syukur. thaat, patuh mengikut Rasul) dan juga dijelaskan berbentuk aturan-aturan (kaedah-kaedah syar'i) yang menjadi pandangan hidup mukmin atau ajaran tauhid (tauhidic weltanschaung).

Fungsi Al Quran bertujuan membentuk watak manusia bertaqwa, terlihat pada sikap percaya diri. hemat, mawas diri, istiqamah (teguh prinsip), adil dalam. menanam nilai kebersaman (ukhuwwah) ditengah hidup bermasyarakat. dan terjauh dan sikap tercela yang hanya mementingkan diri sendiri.

Tugas ini wajib dilaksanakan secara teratur, berkesinambungan dengan disiplin yang tinggi secara teratur dalam satu perjalanan amal besar yang disebut "Gerakan Fastabiqul Khairat".

Semoga Allah senantiasa meredhai.

0 komentar:

Facebook Badge

Masoed Abidin Za Jabbar's Facebook Profile

Alah Runtuah Ngarai

Alah Runtuah Ngarai

Ngarai Runtuah

Ngarai Runtuah
Dek Gampo

Keluarga Besar

Indonesia Tanah Airku ....

Indonesia Tanah Airku ....

Buya di Hilton Makkah

Buya di Hilton Makkah
Haji 2007

Dibawah reruntuhan Piramida

Dibawah reruntuhan Piramida
Ghiza Kairo

Buya H. Mas'oed Abidin

Buya H. Mas'oed Abidin
Majo Kayo

Umi dan Adibah

Umi dan Adibah
Bersama Keluarga

Bersama Keluarga Besar

Bersama Keluarga Besar
di Sukabumi

Tanggap Bencana

Tanggap Bencana
Pengurus BAZ Sumbar menyalurkan bantuan

Tampilan slide

Loading...

Arsip Blog

Ketika Negeri Dihoyak Gempa, Ranah Porak Poranda

Runtuah

Runtuah
Bangunan yang hancur akibat gempa

Membagikan Bantuan Gempa

Membagikan Bantuan Gempa
Rijal Simalaoisa dari Mentawai

Peduli Musibah Gempa

Peduli Musibah Gempa
Mengirimkan Beras ke Mentawai

Rumah Gadang alah ratak

Rumah Gadang alah ratak
Gampo Sumbar di Kotogadang

Bantuan Gempa

Bantuan Gempa
Pengiriman Tenda untuk Mentawai

Mengantarkan Bantuan Gempa

Mengantarkan Bantuan Gempa
di Kantor BAZ Sumbar

Rumah Gadang Retak

Rumah Gadang Retak
Akibat Gempa di Batagak

Bencana Gempa Sumbar 2007

Bencana Gempa Sumbar 2007
Pagar hampir runtuh di Guguk Tinggi